Postingan

Pt. 8 - Bergerak Karena-Nya

BergerakKarena-Nya Kita yang saat ini berpijak di bumi-Nya Allah, merupakan manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Hari demi hari terus kita jalani, yang terkadang mungkin bagi kita untuk melakukan kesalahan.  “Dasar rmanusia bodoh! Sudah menumpang, tidak tahu diri lagi!” Mungkin jika Allah bukan Maha Penyayang dan Maha Pengampun, ia bisa tega mengatakan itu semua kepada kita. Tapi kita harus ingat kawan, pintu taubat itu dibuka seluas–luasnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali lagi kepada-Nya. Tugas kita saat ini adalah, teruslah bergerak untuk mencari ampunan dari-Nya. Jangan pernah malu untuk senantiasa bersujud dan memanjatkan doa kepada-Nya.  Ingat, Allah itu dekat dengan kita. Bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Allah senantiasa mengambulkan doa–doa hamba-Nya yang berdoa kepadanya. Harus bukti apa lagi? Sekarang, semua itu tergantung dengan keputusan kita. Mau kita bergerak, mau kita berhenti, Allah akan mengikuti prasangka hamba-Nya.  Teruslah kita bergera...

Kenapa Buat Blog Ini

      Saya hanya menulis sebuah pemikiran yang ada dipikiran saya dan yang saya rasakan pribadi dari hidup. Ketika saya sedang berpikir tentang marah, sedih atau pikiran yang lainnya. Saya akan mulai menulis dan  membuat pendapat tentang 'Suatu' yang sedang saya pikirkan dan rasakan sendiri.       Memang pendapat semua orang berbeda-beda, begitupun tulisan yang saya tulis, mungkin berbeda dengan pendapat kalian. Tapi itulah perasaan yang saya rasakan  dan tergerak untuk menulis di blog ini. Lebih tepatnya saya menulis tentang isi hati saya. -Januari 05, 2019

PT. 7 - Zona Tekanan

       Teman–temanku pernah berucap “Masa–masa SMA itu, harus dinikmati dengan kebebasan” dahulu aku yang belum mampu berpikir jauh, hanya mengangguk– angguk setuju.      Lambat laun aku yang mulai bisa berpikir luas, ingin rasanya kembali di masa itu dan membantah pendapat teman– temanku. Coba tengoklah penemu– penemu masa kini, penemu–penemu pada masa keemasan islam, Muhammad Al– Fatih dan Khalid Bin Walid. Apakah pernah merekabmenghambur– hamburkan masa mudanya? Tidak. Tidak pernah.      Masa muda mereka dipenuhi oleh tekanan–tekanan yang silih berganti. Coba tebak apa yang mereka dapatkan? Muhammad Al–Fatih berhasil menaklukkan Konstatinopel diusia 21 tahun. Thomas Alva Edison, berhasil menemukan lampu yang hasil penemuannya bermanfaat sampai sekarang.  Ibnu Sina? Membuat buku kedokteran yang sampai saat ini masih menjadi rujukan untuk ilmu kedokteran.      Ingat, sebaik – baiknya orang adalah yang paling bermanfa...

Pt. 6 - Dibalik Topeng

     Yang namanya mahluk sosial, tentunya manusia membutuhkan manusia lainnya dalam menjalani hidup. Manusia membutuhkan tempat untuk bercerita, bermain, bercengkrama,  feedback  dan pertolongan dari oranglain. Maka dari itu, manusia yang kesepian adalah manusia yang kehilangan tempat untuk berkeluh kesah. Karena ia bingung harus menyalurkannya melalui apa.        Fenomena remaja sekarang adalah, banyak remaja yang mempunyai topeng demi memikat orang lain untuk berteman dengannya. Sehingga ia senantiasa menggunakan topengnya, kemudian kehilangan jati dirinya. Ia sibuk menipu banyak orang, dengan jimat yang ia miliki.Yaitu topeng. Saking senang dengan topeng yang dimiliki, banyak remaja yang enggan untuk melepaskan topengnya. Sehingga, menyebabkan remaja tidak mengenal dirinya dan juga pencipta-Nya.       Kenapa saat ini banyak remaja yang menggunakan topeng? Karena, ia salah mengartikan kata teman. Mulai sekarang, mar...

Pt. 5 -Tanggung Jawab

      S eseorang yang mempunyai rasa tanggung jawab dan  kejujuran adalah seseorang yang sangat memudahkan orang lain. Rasa tanggung jawab salah satu hal yang diiringi dengan kejujuran. Kalau  orang sudah jujur tetapi tidak  punya rasa tanggung jawab percuma saja, begitupun sebaliknya. Kedua hal ini harus  diiringi secara bersama-sama. Akan tetapi kali ini kita hanya membahas tentang tanggung jawab.      Pasti diantara kalian pernah memiliki teman  seperti ini. Kalau sedang ada tugas kelompok, pasti akan  ada satu atau dua yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Atau disebuah Organisasi, pasti akan ada orang seperti  itu. Biasanya orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, memiliki ribuan alasan untuk meminta dimaklumi.      Menurut  saya pribadi, seharusnya setiap orang memiliki rasa tanggung jawab. Apabila tidak memiliki  rasa tanggung jawab, hal itu akan membebani orang lain. Bayangin aja, ...

Teman - Pt. 4

       Apakah  kalian percaya kalau teman itu sangat berpengaruh dalam  diri kalian? Kalau menurut saya pribadi, tidak juga. Namun, setiap orang pastinya meiliki sudut pandang yang berbeda-beda mengenai perihal ini. Mengapa menurut saya tidak semua orang terpengaruh dengan teman? Karena setiap orang memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda-beda. Serta, pola asuh dari kedua orangtuanya pun mempengaruhi tingkah laku seseorang. Sehingga, mungkin dari situ tercipta orang yang mudah terpengaruh dan seseorang yang tidak mudah terpengaruh .      Pasti pernah ada orang yang bilang seperti ini "Teman itu bisa menjadi pengaruh baik dan bisa juga jadi pengaruh buruk" Ya kalau itu sih saya setuju. Mengapa? Karena realitasnya demikian. Ada lingkungan yang baik dan buruk. Dari situlah kita yang memutuskan sendiri, mau ngikutin yang baik atau buruk.     Saya merupakan tipe orang yang memilih dalam pertemanan. Hal itu bukan berarti setia...

Pt. 3 - Membandingkan Diri

         J ujur, kita pasti ngak suka kalau ada orang yang membandingi diri kita dengan orang lain. Tapi, kenapa sih kita suka ngebandingin  diri kita sama orang lain? padahal kita aja ngak suka kalau ada yang bandingin.      Kalau dipikir-pikir, kita melihat orang yang kita bandingin jauh lebih baik dari diri kita. Intinya untuk orang lain, lebih banyak nilai plus nya dan untuk kita sendiri lebih sedikit nila i plus nya. Ada yang setuju? Saya pribadi juga pernah mengalami hal serupa seperti ini.  Ketika dimana saya  melihat orang lain, dan merasa kehidupan dia sangat sempurna. Ketikta itu, saya rasanya kepingin gitu   jadi si "dia". Saya tahu saya salah, tapi ketika itu pemikiran saya belum sampai situ. Saya mencoba menjadi diri yang lain, dan saya tidak pernah merasa puas. Karena saya belum bisa menerima diri saya.     Lambat laun saya mulai menerima diri saya. Saya sudah bisa tahu apa yang saya sukai ...